Kamis, 29 September 2016

TUGAS SOFTKILL PERTEMUAN (1) SEMESTER 5 EKONOMI KOPERASI#

PONCO AJI PANGESTU
18214458
3EA40


TUGAS 1

A. PENGERTIAN TENTANG KOPERASI :

            Koperasi adalah badan hukum yang berdasarkan atas asa kekeluargaan yang anggotanya terdiri dari orang perorangan atau badan hukum dengan tujuan untuk mensejahterakan anggotanya. Umumnya koperasi dikendalikan secara bersama oleh seluruh anggotanya, dimana setiap anggota memiliki hak suara yang sama dalam setiap keputusan yang diambil koperasi. Pembagian keuntungan koperasi biasa disebut sisa hasil usaha atau SHU biasanya dihitung berdasarkan andil.

    B. DEFINISI KOPERASI :

Definisi menurut ILO (Internasional Labour Organization)
·         Penggabungan orang-orang berdasarkan kesukarelaan
·         Terdapat tujuan ekonomi yang ingin dicapai
·         Koperasi berbentuk organisasi bisnis yang diawasi dan dikendalikan secara demokratis
·         Terdapat kontribusi yang adil terhadap modal yang dibutuhkan
·         Anggota koperasi menerima resiko dan manfaat secara seimbang

Definisi menurut Arifinal Chaniago

Koperasi sebagai suatu perkumpulan  yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum, yang memberikan kebebasan kepada anggota untuk masuk dan keluar, dengan bekerja sama secara kekeluargaan menjalankan usaha untuk mempertinggi kesejahteraan jasmaniah para anggotanya.

Definisi menurut P.J.V. Dooren

There is no single definition (for coopertive) which is generally accepted, but the common principle is that cooperative union is an association of member, either personal or corporate, which have voluntarily come together in pursuit of a common economic objective. Jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia berarti ”Tidak ada definisi tunggal (untuk coopertive) yang umumnya diterima, tetapi prinsip yang umum menjelaskan bahwa serikat koperasi adalah sebuah asosiasi anggota, baik pribadi atau perusahaan, yang telah secara sukarela datang bersama-sama dalam mengejar tujuan ekonomi umum”.

Definisi menurut Hatta ( Bapak Koperasi Indonesia )

Koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki  nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong-menolong. Semangat tolong menolong tersebut didorong oleh keinginan memberi jasa kepada kawan berdasarkan “seorang buat semua dan semua buat seorang”.

Definisi menurut Munkner

Koperasi sebagai organisasi tolong menolong yang menjalankan ‘urusniaga’ secara kumpulan, yang berazaskan konsep tolong-menolong. Aktivitas dalam urusniaga semata-mata bertujuan ekonomi, bukan sosial seperti yang dikandung gotong royong .

Definisi menurut UU No. 25 / 1992

Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi, dengan melandaskan kegiataannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas azas kekeluargaan.   Dari beberapa pengertian diatas sehingga dapat kami simpulkan, bahwa Koperasi adalah suatu perkumpulan orang orang atau badan hukum yang tujuannya untuk kesejahteraan bersama dan didalam perkumpulan tersebut mengandung azas kekeluargaan yang saling bergotong royong dan tolong menolong diantara anggota koperasi.

C. PRINSIP-PRINSIP KOPERASI
PRINSIP-PRINSIP MUNKNER

·         Keanggotaan bersifat sukarela
·         Keanggotaan terbuka
·         Pengembangan anggota
·         Identitas sebagai pemilik dan pelanggan
·         Manajemen dan pengawasan dilaksanakan scr demokratis
·         Koperasi sbg kumpulan orang-orang
·         Modal yang berkaitan dg aspek sosial tidak dibagi
·         Efisiensi ekonomi dari perusahaan koperasi
·         Perkumpulan dengan sukarela
·         Kebebasan dalam pengambilan keputusan dan penetapan tujuan
·         Pendistribusian yang adil dan merata akan hasil-hasil ekonomi
·         Pendidikan anggota

PRINSIP ROCHDALE

·         Pengawasan secara demokratis
·         Keanggotaan yang terbuka
·         Bunga atas modal dibatasi
·         Pembagian sisa hasil usaha kepada anggota sebanding dengan jasa masing-masing
anggota
·         Penjualan sepenuhnya dengan tunai
·         Barang-barang yang dijual harus asli dan tidak yang dipalsukan
·         Menyelenggarakan pendidikan kepada anggota dengan prinsip-prinsip anggota
·         Netral terhadap politik dan agama   
                     
PRINSIP RAIFFEISEN

·         Swadaya
·         Daerah kerja terbatas
·         SHU untuk cadangan
·         Tanggung jawab anggota tidak terbatas
·         Pengurus bekerja atas dasar kesukarelaan
·         Usaha hanya kepada anggota
·         Keanggotaan atas dasar watak, bukan uang
·         PRINSIP HERMAN SCHULZE
·         Swadaya
·         Daerah kerja tak terbatas
·         SHU untuk cadangan dan untuk dibagikan kepada anggota
·         Tanggung jawab anggota terbatas
·         Pengurus bekerja dengan mendapat imbalan
·         Usaha tidak terbatas tidak hanya untuk anggota

PRINSIP ICA

·         Keanggotaan koperasi secara terbuka tanpa adanya pembatasan yang dibuat-buat
·         Kepemimpinan yang demokratis atas dasar satu orang satu suara
·         Modal menerima bunga yang terbatas (bila ada)
·         SHU dibagi 3 : cadangan, masyarakat, ke anggota sesuai dengan jasa masing-masing
·         Semua koperasi harus melaksanakan pendidikan secara terus menerus
·         Gerakan koperasi harus melaksanakan kerjasama yang erat, baik ditingkat regional, nasional maupun internasional

PRINSIP / SENDI KOPERASI MENURUT UU NO. 12/1967

·         Sifat keanggotaan sukarela dan terbuka untuk setiap warga negara Indonesia
·         Rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi sebagai pemimpin demokrasi dalam koperasi
·         Pembagian SHU diatur menurut jasa masing-masing anggota
·         Adanya pembatasan bunga atas modal
·         Mengembangkan kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya
·         Usaha dan ketatalaksanaannya bersifat terbuka




PRINSIP KOPERASI UU NO. 25 / 1992

·         Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
·         Pengelolaan dilakukan secara demokrasi
·         Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan jasa usaha masing-masing anggota
·         Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
·         Kemandirian
·         Pendidikan perkoperasian
·         Kerjasama antar koperasi

II.      A. ORGANISASI DAN MANAJEMEN KOPERASI
Organisasi Koperasi Menurut Hanel

            Organisasi diartikan sebagai suatu system social ekonomi atau social teknik, yang terbuka dan berorientasi pada tujuan. Maka sub-sub system organisasi koperasi terdiri dari :
·         Anggota koperasi sebagai individu yang bertindak sebagai pemilik dan konsumen akhir.
·         Anggota koperasi sebagai pengusaha perorangan maupun kelompok yang memanfaatkan    koperasi sebagai pemasok.
·         Koperasi sebagai badan usaha yang melayani anggota koperasi dan masyarakat.

Organisasi Koperasi Menurut Ropke.

Ropke mengidentifikasikan cirri-ciri sebagai berikut :
a. Terdapat sejumlah individu yang bersatu dalam  suatu kelompok atas dasar tujuan yang sama, yang disebut kelompok kopeasi
b. Terdapat anggota koperasi yang bergabung dalam kelompok usaha untuk memperbaiki kondisi social ekonomi mereka sendiri, disebut swadaya dari kelompok koperasi
c. Koperasi sebgai perusahaan mempunyai tugas untuk menunjang kepentingan para anggota kelompok koperasi, dengan cara menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan anggotanya.
Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa, anggota koperas terdiri dari beberapa pihak :
a)      Anggota koperasi
b)      Badan usaha koperasi
c)      Organisasi koperasi.


Setruktur organisasi di Indonesia
Secara umum, struktur dan tatanan manajemen koperasi Indonesia dapat diruntut berdasarkan perangkat organisasi koperasi, yaitu :
a.      Rapat anggota
Merupakan suatu wadah dari para anggota koperasi yang diorganisasikan oleh pengurus koperasi, untuk membicarakan kepentingan organisasi meupun usaha koperasi, dalam rangka mengambil keputusan dengan suara terbanyak dari para angota yang hadir.

b.      Pengurus
adalah perwakilan anggota koperasi yang dipilih melalui rapat anggota, yang bertugas mengelola organisasi dan usaha. Pasal 29 ayat (2) meyebutkan, bahwa “pengurus merupakan pemegang kuasa rapat anggota”. Kedudukan pengurus sebagai penerima mandate dari pemilik koperasi dan memiliki fungsi dan wewenang sebagai pelaksana keputusan rapat anggota sangat strategis & menentukan maju mundurnya koperasi.

c.       Pengawas
adalah perangkat organisasi yang dipilih dari anggota dan diberi mandate untuk melakukan pengawasan terhadap jalannya roda organisasi dan usaha koperasi.
d.      Pengelola

adalah mereka yang diangkat dan diberhentikan oleh pengurus untuk mengembangkan usaha koperasi secara efisien dan professional. Karena itu kedudukan penglola adalah sebagai karyawan atau pegawai yang diberikan kuasa dan wewenang oleh pengurus.
Hirarki  Tanggung Jawab
·         Pola Manajemen
            Terdapat pembagian tugas (job description)pada masing-masing unsure. Demikian pula setiap unsur manajemen mempunyai lingkup keputusan (decision area) yang berbeda, kendatipun masih ada lingkup keputusan yang dilakukan secara bersama (shared decision areas).





            Adapun lingkup keputusan masing-masing unsur menajemen koperasi adalah :
1.      Rapat Anggota
merupakan pemegang kuasa tertinggi dalam menetapkan kebijakan umum di bidang organisasi, manajemen, dan usaha koperasi. Kebijakan yang sifatnya sangat strategis dirumuskan dan ditetapkan pada forum rapat anggota. Umumnya, rapat anggota diselenggarakan setahun sekali.
2.      Pengurus
dipilih dan diberhentikan oleh rapat anggota. Dengan demikian, pengurus dapat dikatakan sebagai pemegang kuasa rapat anggota dalam mengoperasionalkan kebijakan-kebijakan strategis yang dittapkan rapat anggota. Penguruslah yang mewujudkan arah kebijakan strategis yang menyangkut organisasi maupun usaha.
3.      Pengawas
 mewakili anggota untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan yang dilaksanakan oleh pengurus. Pengawas di pilih dan diberhentikan oleh rapat anggota, oleh karena itu posisi pengurus dan pengwas adalah sama.
4.      Pengelola
adalah tim manajemen yang diangkat dan diberhentikan oleh pengurus, nutk melaksanakan teknis operasional di bidang usaha. Hubungan pengurus dengan pengelola adalah hubungan kerja atas dasr perikatan dalam bentuk perjanjian atau kontrak.
            A.H. Gophar mengatakan bahwa manajemen koperasi pada dasarnya dapat ditelaah dari tiga sudut pandang, yaitu organisasi, proses, dan gaya. 
            Dari sudut pandang organisasi, manajemen koperasi pada prinsipnya terbentuk dari tiga unsur : anggota, pengurus, dan karyawan. Harap dibedakan struktur atau alat perlengkapan organisasi yang sepintas sama adalah : Rapat anggota, Pengurus, dan Pengawas.


TUGAS 2 


Tujuan dan Fungsi Koperasi
Tujuan utama Koperasi Indonesia adalah mengembangkan kesejahteraan anggota, pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya. Koperasi Indonesia adalah perkumpulan orang-orang, bukan perkumpulan modal sehingga laba bukan merupakan ukuran utama kesejahteraan anggota. Manfaat yang diterima anggota lebih diutamakan daripada laba. Meskipun demikian harus diusahakan agarkoperasi tidak menderita rugi. Tujuan ini dicapai dengan karya dan jasa yang disumbangkan pada masing-masing anggota.
Menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 Pasal 3 tujuan koperasi Indonesia adalah “koperasibertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945”.
Sedangkan Menurut Moch. Hatta, tujuan koperasi bukanlah mencari laba yang sebesar-besarnya, melainkan melayani kebutuhan bersama dan wadah partisipasi pelaku ekonomi skala kecil. Selanjutnya fungsi koperasi tertuang dalam pasal 4 UU No. 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian, yaitu:
Ø  Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.
Ø  Berperan serta aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
Ø  Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai gurunya.
Ø  Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.
Fungsi Koperasi sendiri adalah sebagai berikut:
Ø  Sebagai urat nadi kegiatan perekonomian indonesia
Ø  Sebagai upaya mendemokrasikan sosial ekonomi indonesia
Ø  Untuk meningkatkan kesejahteraan warga negara indonesi
Ø  Memperkokoh perekonomian rakyat indonesia dengan jalan pembinaan koperasi
Sedangkan Menurut Undang-undang No. 25 tahun 1992 Pasal 4 dijelaskan bahwa fungsi dan peran koperasi:
Ø  Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya;
Ø  Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat
Ø  Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko-gurunya
Ø  Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional, yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi

·         Pengertian Badan Usaha
Badan usaha adalah kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Badan usaha sering kali disamakan dengan perusahaan, walaupun pada kenyataannya berbeda. Perbedaan utamanya, badan usaha adalah lembaga sementara perusahaan adalah tempat dimana badan usaha itu mengelola faktor-faktor produksi.
·         Koperasi sebagai Badan Uasaha
Menurut UU No.25 tahun 1992, Koperasi adalah badan usaha. Sebagai badan usaha, koperasi tetap tunduk terhadap kaidah kaidah perusahaan dan prinsip prinsip ekonomi yang berlaku. Dengan mengacu pada konsepsi sistem yang bekerja pada suatu badan usaha, maka koperasi sebagai badan usaha juga berarti merupakan kombinasi manusia, aset aset fisik dan nonfisik, informasi dan teknologi.
Ciri utama koperasi yang membedakan dengan badan usaha non koperasi adalah posisi anggotanya. Dalam UU No.25 tahun 1992 tentang perekonomian disebutkan bahwa, anggota koperasi adalah pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.
·         Tujuan dan Nilai Koperasi
Prof William F. Glueck (1984), pakar manajemen terkemuka dari Universitas Gerogia dalam bukunya strategy Manajemne And Busssines Policy, 2nd ed, mendefinisikan tujuan perusahaan sebagai hasil terakhir yang dicari organisasi melalui eksistensi dan operasinya.
Selanjutnya, Glueck menjelaskan 4 alasan mengapa perusahaan harus mempunyai tujuan.
Ø  Tujuan membantu mendefinisikan organisasi dalam lingkungannya
Ø  Tujuan membantu mengkoordinasi keputusan dan pengambilan keputusan
Ø  Tujuan menyediakan norma untuk menilai pelaksanaa prestasi organisasi
Ø  Tujuan merupakan sasaran yang lebih nyata daripada pernyataan misi.
Dalam merumuskan tujuan perusahaan, perlu diperhatikan keseimbangan kepentingan dari berbagai pihak yang terlibat dalam perusahaan, tujuan perusahaan tidak terbatas pada pemenuhan kepentingan manajemen seperti memaksimumkan keuntungan ataupun efisiensi, tetapi juga harus mempertimbangkan kepentingan pemilik, modal, pekerja, konsumen, pemasok (suppliers), lingkungan, masyarakat , dan pemerintah.
Dalam banyak kasus perusahaan bisnis, tujuan umumnya didapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu :
Ø  Memaksimumkan keuntungan (Maximize profit)
Ø  Memaksimumkan nilai perusahaan (Maximize the value of the firm)
Ø  Memaksimumkan biaya (minimize profit)

·         Mendefinisikan tujuan Perusahaan Koperasi
Tujuan koperasi sebagai perusahaan atau badan usaha tidaklah semata-semata hanya pada orientasi laba (profit oriented), melainkan juga pada orientasi manfaat (benefit oriented). Karena itu, dalam banyak kasus koperasi, nmanajemen koperasi tidak mengejar keuntungan sebgai tujuan perusahaan karena mereka bekerja didasari dengan pelayanan (service at cost). Untuk koperasi diindonesia, tujuan badan usaha koperasi adaalah memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya (UU No. 25/1992 pasal 3). Tujuan ini dijabarka dalam berbagai aspek program oleh manajemen koperasi pada setiap rapat angggota tahunan.

·         Keterbatasan Teori Perusahaan
Tujuan perusahaan adalah untuk memaksimumkan nilai perusahaan ternyata mendapat kritik karena dinilai terlalu sempit dan tidak realistis. Beberapa Kritik dari teori tersebut adalah segai berikut:
Ø  Tujuan Perusahaan adalah memaksimumkan penjualan (maximization of sales). Model ini diperkenalkan oleh William banmolb yang mengatakan bahwa manajer perusahaan modern akan memaksimumkan penjualan setelah keuntungan yang diperoleh telah memadai untuk memuaskan para pemegang saham (stock holders).
Ø  Tujuan Perusahaan adalah untuk memaksimumkan pengguanaan manajemen (maximization of managemen utility). Dalil ini diperkenalkan oleh oliver Williamson yang mengatakan bahwa sebagai akibat dari pemisahaan manajemen dengan pemilik (separation of management from ownership), para manajer lebih tertarik untuk memaksimumkan penggunaan manajemen yang diukur dengan kompensasi seperti gaji, tunjangan tambahan (fringe benefit), pemberian saham (stock option), dan sebagainya, daripada memaksimumkan keuntungan perusahaan.
Tujuan perusahaan adalah untuk memuaskan sesuatu dengan berusaha keras (satisfying behavior). Postulat ini dikembangkan oelh Herbet Simon. Didalam perusahaan modern yang sangat dan kompleks, dimana tugas manajemen menjadi sangat rumit dan penuh ketidakpastian kerana kekurangan data, maka manajer tidak mampu memaksimumkan keuntungan tapi hanya dapat berjuang untuk memuaskan beberapa tujuan yang berkaitan dengan penjualan (sales), pertumbuhan (growth), pangsa pasar(market share), dll.

SUMBER





Selasa, 12 Mei 2015

Tugas 5 Softskill English2# (Daftar kata kerja)

Nama   : Ponco aji pangetu
Kelas   :1EA32
Npm    :18214458

 (Daftar kata kerja yg di ikuti Infinitive “To” dan “Gerund/Ing”)

(Daftar kerja yg di ikuti Infinitive “To”)

Aftore             Agree              Appear
Beg                 Begin               Care
Decide            Demand          Deserve
Iniend             Know how      Learn
Mean              Need               Negieet
Prepared         Pretend            Promise
Steam             Start                Stop
Threaten         Try                   Volunteer
Arrange          Ask                  Attempt
Choose           Claim               Consent
Desire             Expect             Fuil
Hate                Hestitate          Hope
Like                Love                Manage
Otter               Plain                Prefer
Refuse             Regred            Remember
Struggle          Swear              Tend
Wait                Waint              Wish

 ( Daftar kata kerja yang di ikuti gerund/ing)

Admit             Advise             Antiapate
Begin              Can’t help       Complete
Discuss           Disll                 Enjoy
Hate                Hestination      Imagine
Love               Mention           Mind
Practic            Prefer              Quit
Regret             Remember       Resent
Stop                Suggest           Threaten
Appriciate       Attenpt             Aroid
Consider         Delay               Deny
Finish              Forget              Go
Intend             Keep                Like
Miss                Negiech           Post Pone
Recall             Risk                 Recommend
Resist              Try                   Start
To lerate                                 Understad

Kalimat dari daftar kata kerja yg diikuti “To”

 ·         Everybody has agreed to meet again next week.
              (Tiap orang telah setuju untuk bertemu kembali minggu depan).
              Agreed – kata kerja

·         Our government decided to lower the gasoline price.
(Pemerintah kita memutuskan untuk menurunkan harga bensin).
Decided – Kata kerja

Kalimat dari daftar kata kerja yg diikuti “Gerund/ing”

            She admitted stealing the car.
              (Dia mengaku mencuri mobil)
              Admitted - kata
              Stealing – Kata kerja 
·         
                             He imagines working there one day  
              (Dia berimajinasi bekerja di sana satu hari.)
          Imagine – Kata
           Working –Kata kerja



















Minggu, 12 April 2015

Tugas 4 Softskill English 2# (Story)

Ponco aji pangestu
1EA32
18214458

The story of the film 5cm

Genesis end of 2008 it happen again. Where once I hit syndrome Warriors PelanginyaIkal, Arai and friends up to 5 times watching it. Now, at the end of 2012 I kenasyndrome his 5cm Zafran, Riani, Genta, Arial and Ian. And my habit when again like at the movies or novels are looking for information, news news, references, reviews and other related and discuss the movie or novel. Happy wrote tastes read the writings of others with a variety of writing styles and opinions. There are those that give a flattering criticism.
Their right is actually created shed opinions, thoughts and hearts content, but sometimes sucks too if anyone give criticism without looking at the positive things that exist on the other side. Just as in the film these 5cm. When I read the reviews are positive, attractive and build, I will smile and laugh. But when there are reviews that are cornered, so join me upset. "Hello, little hargain why? Rarely there hloh Indonesian films are categorized as 'normal' or not use scenes, the mystery is not clear, sex or violence. Plus many stunning natural scenery shown in our Indonesia who may not have had the opportunity to see it in person "... ..mungkin their .Sabar perfectionist category hehe.
And if you saw the movie 5cm who explored the landscape of Indonesia, I remembered one of the Korean movie I've ever seen, the title "Haru: An Unforgettable Day In Korea" because the film explore the natural beauty of Korea, ranging from rice paddies in rural, island, until skyscraper buildings. The story of how? Please if interested andasearching and watch yourself hehehhehe. Return to movie 5 cm. Of the incoming criticism, some derived from nature lovers. Okey, I really have never climbed a mountain before, but my friends who have already done a lot and from their stories, it is true that this film makes an impression that mountain climbing look easy, even for the mountain that he was level 8 (Mahameru), The film is being dropped to the level 2 rating (he says). From here I took conclusion, oohh maybe they want more realsesuai what ever they feel. I was finally nodded, feeling somewhat understand the feelings of the lovers of nature and their disappointment (knowledgeably really yes I?). But yes please, go back to the beginning of the right of each person to judge a work of origin is not unheard of and do not cross the limits of reasonableness.
So now I want to discuss the film alone, plus side that makes me watch more than once (for Indonesian films is a feat! Because I do not carelessly watching local movies in theaters: P. Instead of nothing, just trauma wrote hehehehe). And if I've previously discussed between the novel and the film, now I want to talk about her love story. Ahem! The love story does not become the main in this film, but in my opinion, what is raised well done (not all of them anyway). If you are already watching this movie, the ending definitely know how? With so many of my friends are already watching, some are disappointed because of a twist ending (if I've not surprised because in the novel as well so). First time watching, I listened to the whole story at once clue-clue is in the film including the spectacular scenery that must be enjoyed! The second time I was more focused on the clue-cluenya (natural scenery does tetep) and the third one, I'm getting so observers acting aka mengamatigesture-gesture players that sometimes eluded hehehhee.
My friends who protest that says, "why does the Riani ended up the same and not the same Zafran Genta? The pity of the Genta? >. <". If you want I can answer simple, "if you do not match where the" or "in the novel so, so yes ngikutin wrote his novel, who wrote the script together like that to write his novel." But I'm sure the answer was not enough to satisfy them and even make me ditimpukin chips or snacks like Ian on the train. So I describe my observations.


Sumber :
cyradreams.wordpress.com/2012/12/31/5cm-cerita-cinta-sebuah-perjalanan-hati/

Sabtu, 11 April 2015

Tugas 3 Softskill English# (Preposition)

Ponco aji pangestu
1EA32
18214458

The Preposition

Prepositions are the words that indicate location. Usually, prepositions show this location in the physical world. Check out the three examples below:

The puppy is on the floor.
The puppy is in the trash can.
The puppy is beside the phone.

On, in, and beside are all prepositions. They are showing where the puppy is. Prepositions can also show location in time. Read the next three examples:
At midnight, Jill craved mashed potatoes with grape jelly.
In the spring, I always vow to plant tomatoes but end up buying them at the supermarket.
During the marathon, Iggy's legs complained with sharp pains shooting up his thighs.
At midnight, in the spring, and during the marathon all show location in time.
Because there are so many possible locations, there are quite a few prepositions. Below is the complete list.
Prepositions
about
above
according to
across
after
against
along
along with
among
apart from
around
as
as for
at
because of
before
behind
below
beneath
beside
between
beyond
but*
by
by means of
concerning
despite
down
during
except
except for
excepting
for
from
in
in addition to
in back of
in case of
in front of
in place of
inside
in spite of
instead of
into
like
near
next
of
off
on
onto
on top of
out
out of
outside
over
past
regarding
round
since
through
throughout
till
to
toward
under
underneath
unlike
until
up
upon
up to
with
within
without

* But is very seldom a preposition. When it is used as a preposition, but means the same as except—Everyone ate frog legs but Jamie. But usually functions as a coordinating conjunction.

Understand how to form a prepositional phrase.
Prepositions generally introduce prepositional phrases. Prepositional phrases look like this:
Preposition + Optional Modifier(s) + Noun, Pronoun, or Gerund
Here are some examples:
At school
At = preposition; school = noun.
According to us
According to = preposition; us = pronoun.
By chewing
By = preposition; chewing = gerund.
Under the stove
Under = preposition; the = modifier; stove = noun.
In the crumb-filled, rumpled sheets
In = preposition; the, crumb-filled, rumpled = modifiers; sheets = noun.

Realize that some prepositions also function as subordinate conjunctions.
Some prepositions also function as subordinate conjunctions. These prepositions are after, as, before, since, and until. A subordinate conjunction will have both a subject and a verb following it, forming a subordinate clause.
Look at these examples:
After Sam and Esmerelda kissed goodnight
After = subordinate conjunction; Sam, Esmerelda = subjects; kissed = verb.
As Jerome buckled on the parachute
As = subordinate conjunction; Jerome = subject; buckled = verb.
Before I eat these frog legs
Before = subordinate conjunction; I = subject; eat = verb.
Since we have enjoyed the squid eyeball stew
Since = subordinate conjunction; we = subject; have enjoyed = verb.
Until your hiccups stop
Until = subordinate conjunction; hiccups = subject; stop = verb.
If you find a noun [with or without modifiers] following one of these five prepositions, then all you have is a prepositional phrase. Look at these examples:
After the killer calculus test
After = preposition; the, killer, calculus = modifiers; test = noun.
As a good parent
As = preposition; a, good = modifiers; parent = noun.
Before dinner
Before = preposition; dinner = noun.
Since the breakup
Since = preposition; the = modifier; breakup = noun.
Until midnight
Until = preposition; midnight = noun.

Sumber :
http://www.chompchomp.com/terms/preposition.htm

Kamis, 26 Maret 2015

Tugas Softskill English 2 (Story)

Nama : Ponco aji pangestu
Kelas : 1EA32
NPM : 18214458

Yogyakarta!
Two years ago, I went to Yogyakarta for my vacation with my grandma. The trip was started in 07.00 p.m. from Malang, and fortunately we come early, for about at 08.30 a.m. at Yogyakarta.
Many great places and destinations were there. We can see a famous temple, such as Prambanan temple. We can go shopping there, and many other wonderful destinations.
The first destination I had with my grandma is Prambanan temple. It was a great temple. My grandma and I were taking many pictures there. We can see the sun rose up behind the temple in the morning.
After we went to Prambanan temple, we went to Beringharjo market. My grandma bought many clothes for me, our family and also for herself, it called Batik. That’s really awesome! After we had enough to buy many clothes, we went to town square, called Alun-Alun with pedicab or usually called becak.
But firstly we went to Malioboro, the main street and the most famous place in Yogyakarta. Oh God, that was really crowded! We were almost can’t to move. There were many traditional restaurants, but usually called Angkringan, Lesehan, and so on.
We also went the Vredeburg bunker, many great things there. We can take a picture; we can buy a painting, buy many souvenirs and also buy many delicious street foods. Near the bunker, there is the Supersemar Monument. It was great! In front of the monument, there were many people. They were siting, talked about something and did the other work.
The last destination is Yogyakarta’s Kasultanan Palace. It was built on the wide land near the town square. The architecture was amazing. In front of Yogyakarta’s Kasultanan Palace, I bought many souvenirs. I bought that for my friends. My grandma bought an awesome Batik with the great motif.
Finally, my grandma and I go back home after we had a fantastic pleasure in Yogyakarta. Yogyakarta was very great place to have a vacation and a bit of relax. I really charmed when I went to the awesome destination in Yogyakarta.


Tugas Softskill English 1 (Determiner and Article)

Nama : Ponco aji pangestu
Kelas : 1EA32
NPM : 18214458

Determiner
Definition of Determiner        :
Determiner is a word or group of words
that are placed in front of the noun to restrict the meaning of the noun. In traditional grammar, often
called the limiting adjective determiner, although different from the usual meaning of the adjective.
If both are in the noun phrase, limiting adjective would be in front of the usual adjective. Determiner
consists of the article, quantifier, possessive, and demonstrative determiner.

Function of Determiner          :
One of the greatest determiner function is to clarify the presence of a noun. For example, there is a
sentence: I work in school (I work at school). Without determiner, then there is no clarity in the
school where he worked. However, if he is added I work in this school (I worked at this school). It is
clear that he worked at this school.

In the Indonesian language, we also find determiner. In Indonesian, there is the word "a" as the
determiner of the most frequently used.

Examples of words with the determiner in front of him:

The beginning of my life is interesting.

I am a new mathematics teacher in this school.

Notice that there are two example sentences above. Determiner that is used by the first sentence is the,

while used by the second sentence is a and this. Determiner have a position before the noun.

Is it only just determiner in English? Certainly not. There are a lot of things and I will mention here.

a, an, the

my, your, his, her, its, our, their, Whose
each, every
either, Neither
some, any, no
much, many; more, most
little, less, least
few, fewer, fewest
what, whatever; which, whichever
this, that, Reviews These, Reviews those,
both, half, all
Several
enough

EXAMPLE OF SENTENCES                  :

Some and Any can be used as a determiner and pronoun when the speaker can not mention the exact

number of a noun (noun) described or intended. Noun is countable or uncountable can.
Both are used with singular or plural verb depends noun that follows or replaces.
Terms of Use Some and Any
Although it has many similarities, some and any have also some rules for the use of each. We can use
some to discuss a limited number or amount (limited number), whereas for an unlimited any number or
amount (unlimited number). Some often used in a positive sentence (positive sentence)
[1], whereas the negative any sentence (negative sentences)
[2] and the question (questions)
[3]. However, any can be used in a positive sentence when "the real sense" of negative
 [4], while some can be used in the question on offering (offer)
[5] or requesting something (ask something)
[6].Some used when we expect the answer "yes" because we know that something exists (use some here
do not like the "real question" because it already knows the answer). In contrast to with any questions
that we really do not know the answer.
Examples   :
Some
a.     Some people don’t enjoy quiz shows
Explaination       : when some means a part, we can use it in a negative sentences.
Any
b.    You can choose any colour you like.
c.      Come any time. I’m always here.
Explaination       : when any means ‘it doesn’t’ matter which’,we can use it in positive sentences.
Enough
Examples   :
a.     There aren’t enough chairs.
b.    Is there enough room for all of us?
Explaination       : we can use enough with a plural or uncountable noun.

Articles

Definition of Article      :
A, an, the (articles) is a word that is used to limit the meaning of the noun (noun). Article or clothing said,
is divided into two kinds, namely: the definite and indefinite.

Definite Article    :

The is a word that is used in the definite article.

The terms used in the specific (or have been clearly explained earlier) include: person (persons), thing
(object), and the idea (thought).
This word is used before countable noun (noun can be calculated) or uncountable noun (a noun that can
not be calculated).

Definite Article "the" is used in the article that specific thing or that have been mentioned previously,

include people, objects, and ideas. This word is used before a noun countable or uncountable noun.
Indefinite article "a / an" is used in the article noun (noun) a nonspecific includes people (person) or
object or thing (thing). You mean "non-specific" is not referring to a person, object, or idea, but rather
refers to a person, thing, or idea in general. Otherwise applicable to the definite article.
Indefinite article used before singular countable only a noun (singular noun can be calculated).

Functions of Articles     :

the definite article is used when specified by the situation in which something is already clear.

the definite article is used as a noun and an adjective characterized readers understand the object in
question.
the definite article is used when the noun is devoted by word, phrase, or clause.

the definite article is used when a noun is a common knowledge that the reader is already familiar with

what the author means.

Examples of Sentences :

a/an  :
a.     there’s a rat in the cellar.
Explaination       :
A rat means one rat. We use a/an only with a singular noun.

The   :
b.    The life of a hill farmer isn’t easy.
c.      The childen are playing in the garden.

Explaination       :When the meaning is more specific, we use the. We also often use the when there is a

phrase after the noun which makes the meaning more secific. We say life...(in general) but The Life of..
(a specific person or group of people).

Souce :
http://www.wordsmile.com/pengertian-macam-contoh-kalimat-determiner 
http://www.wordsmile.com/pengertian-contoh-kalimat-articles-a-an-the - See more at